1. Konsep Dasar Jaringan Wireless
Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.
1.1 Karakteristik Jaringan Wireless
Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).
1.2 Komponen Utama
Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
Antena – omnidirectional atau directional.
Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
Repeater/Bridge – memperluas jangkauan
1.3 Frekuensi Umum
2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.
2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)
Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:
Menghubungkan dua gedung
Backbone antar tower
Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh
2.1 Ciri-Ciri PtP
Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.
2.2 Cara Kerja PtP (Flow)
Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
Titik B mengarah tepat ke titik A.
Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.
2.3 Kelebihan PtP
Stabil dan cepat
Noise/interferensi kecil
Bisa menjangkau jarak jauh
2.4 Kekurangan PtP
Hanya menghubungkan 1 ke 1
Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih
3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)
Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.
Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.
3.1 Ciri-Ciri PtMP
Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
Menggunakan Antena
Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)
Digunakan untuk:
Desa internet
Pemancar internet ke RW/RT
Kampus / sekolah / kantor skala besar
CCTV di banyak titik
3.2 Cara Kerja PtMP
AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
Banyak client menangkap sinyal dari AP.
Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
Semua client berbagi satu kanal frekuensi.
3.3 Kelebihan PtMP
Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
Fleksibel dalam penambahan client.
3.4 Kekurangan PtMP
Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
Rentan interferensi jika banyak client.
Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.
4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP
Aspek Point-to-Point Point-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower p
usat → banyak rumah
No comments:
Post a Comment