Tuesday, February 24, 2026

Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

 


1. Konsep Dasar Jaringan Wireless


Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.


1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)

Instalasi lebih cepat dan fleksibel.

Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.

Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.

Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).

Antena – omnidirectional atau directional.

Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.

 Repeater/Bridge – memperluas jangkauan


1.3 Frekuensi Umum

2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.

5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.

6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.


2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:


Menghubungkan dua gedung

Backbone antar tower

Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.

Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).

Kecepatan stabil karena koneksi fokus.

Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.

Titik B mengarah tepat ke titik A.

Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).

Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

Stabil dan cepat

Noise/interferensi kecil

Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

Hanya menghubungkan 1 ke 1

Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih


3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.


Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.


3.1 Ciri-Ciri PtMP

Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.

Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).

Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)

Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

 Digunakan untuk:

Desa internet

Pemancar internet ke RW/RT

Kampus / sekolah / kantor skala besar

CCTV di banyak titik

 


3.2 Cara Kerja PtMP

AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).

Banyak client menangkap sinyal dari AP.

Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.

Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 


3.3 Kelebihan PtMP

Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.

Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.

Fleksibel dalam penambahan client.

 


3.4 Kekurangan PtMP

Shared bandwidth (kecepatan dibagi).

Rentan interferensi jika banyak client.

Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.


4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

Aspek Point-to-Point Point-to-Multipoint

Jumlah perangkat

2 titik

1 pusat ke banyak titik

Antena

Directional

Omni / Sector

Stabilitas

Sangat stabil

Dipengaruhi banyak user

Jarak

Jauh (hingga puluhan km)

Sedang (1–10 km)

Kecepatan

Dedicated

Dibagi

Contoh penggunaan

Gedung A ⇆ Gedung B

Tower p

usat → banyak rumah

No comments:

Post a Comment

Wifi

  Sejarah WiFi dan Fakta-fakta yang Perlu Anda Ketahui Hampir setiap hari kita menggunakan WiFi untuk terhubung dengan jaringan internet. Ak...