Sunday, November 1, 2026

File Hirarki pada Linux

File Hirarki pada Linux

Saat pertama kali menggunakan linux terutama CLI (Command Line Interface) anda perlu memahami tentang perintah-perintah pada terminal, namun jika ingin mempelajari nya lebih lanjut ada baiknya anda harus mengetahui apa itu file hierarki pada linux. 

File Hierarki adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengorganisir file pada partisi harddisk sebagai media penyimpanan data. dengan begitu kita dapat menyimpan data, mengelompokkan, menyusun penyimpanan file sesuai keinginan kita.




Direktori /bin 
Direktori ini berisi perintah-perintah yang dibutuhkan oleh user, program disini dapat dijalankan meskipun tidak ada sistem file lain yang tidak dimount. /bin ini memiliki struktur file dibawah nya lagi
Direktori /boot/ 
Berisi Program & Data yang dibutuhkan saat melakukan Booting, jika pada file ini mengalami corrupt atau terhapus maka otomatis PC tidak akan booting Linux yang digunakan.
Direktori /dev/ 
Direktori tempat file device, jika anda ingin melakukan mounting maka file yang dilalui akan melaui Direktori /dev/ dan pada saat ingin meliat media tersebut berada di file /media/
Direktori /etc/ 
File yang berisi Konfigurasi Sistem, pada Direktori ini biasanya saat ingin mengInstall aplikasi tambahan seperti Bind9, DHCP3-Server, Squid, Mail dll maka Direktori yang dituju adalah /etc
Direktori /home 
Directory untuk setiap user yang terdaftar di dalam sistem. di dalam directory masing-masing user, dapat dibuat konfigurasi yang spesifik untuk user bersangkutan. jadi setiap user yang terdaftar secara otomatis akan dibuatkan di /home
Directory /lib 

Berisi pustaka bersama yang digunakan secara bersama-sama oleh satu pihak program atau lebih kadangkala satu file Library digunakan oleh beberapa aplikasi secara bersama. standar pustaka yang dibutuhkan dapat merujuk pada LSB.
Direktori /proc/ 

Yaitu file System untuk menjalankan Proses filesystem virtual dukumentasi kernel dan proces status seperti file text. 
Direktori /opt/ 

Berisi paket aplikasi tambahan yang diInstall kedalam System dan tambahan (add-on), biasanya berupa aplikasi biner/ propiertary. struktur diretorynya sama dengan struktur yang dibutuhkan oleh sistem. direktory ini untuk menampung provider-provider aplikasi, yang ingin menyertakan program binernya ke dalam sistem linux.
Direktori /mnt/ 

Direktori tempat pengaitan Sistem sementara, contoh jika ingin menggunakan CD Drive, maka masukan terlebih dahulu Kepingan CD kedalam CD-Room, lalu pada terminal lakukan mount dengan mengetikan perintah mount /dev/sr0
Direktori /media/ 

Yaitu saat anda memasang flashdisk ke Komputer anda, anda bisa menemukan Direktori flashdisk di /media/, karena Direktori berisi media yang bisa dibongkar pasang di Komputer
Direktori /sys/ 

Direktori yang berisi Informasi dengan Kernel, Device, Firmware, untuk memudahkan mengingat , Direktori ini dianggap kependekan dari System
Direktori /sbin/ 

Direktori yang berisi file-file biner yang esensinya untuk Sistem, dan mengendalikan System, file-file biner atau bisa dianggap aplikasi System ini dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak.
Kepanjangan dari sbin adalah “System Binary” file-file biner yang ada di /sbin ada fastboot, fasthalt, fdisk, fsck, fsck.*, getty, halt, iconfig, init, mkfs, mkfs.*, mkfswap, reboot, route, swapon, swaporf, update.
Direktori /usr/ 

Sebuah Sub-Hirarki dari root system disimpan kedalam /usr, didalam /usr/ tersimpan aplikasi dan utility yang spesifik dengan user, jika kita melihat dalam Direktori /usr/ maka akan menemukan Direktori lain yaitu /bin/, /games/, /bin/ dll, dan jika pengguna termasuk orang yang sering menambah Aplikasi lain diluar bawaan paket, ada baiknya partisi /usr/ diberikan partisi sendiri.
Direktori /tmp/ 

Merupakan file system yang menyimpang file sementara bedanya /var/tmp/ dengan /tmp/ yaitu /var/tmp/ saat reboot tidak akan dibersihkan oleh system
Direktori /usr/share/ 

Merupakan tempat menyimpan data-daya yang bisa dibagikan dan tidak terikat dengan platform.
Direktori /usr/src/ 

Tempat menyimpan souce code dari aplikasi
Direktori /usr/incude/ 

Direktori tempat tersimpannya file header dari Compiler C, file ini mendefinisikan struktur konstanta, dalam direktori ini juga terdapat header compiler C++
Direktori /usr/local/ 

Tempat tersimpannya Aplikasi yang terinstall dan file yang digunakan untuk local machine, pada jaringan besar /usr/ lokasi fisiknya terletak di Komputer berbeda dan dibagikan kedalam jaringan untuk di Mount ke dalam /usr/, pada jaringan local biasanya terdapat di /usr/local/, sebagai tambahan jika Aplikasi yang umum tersimpan kedalam /usr/bin/ maka aplikasi yang sifatnya tersimpan dalam /usr/local/bin/
Direktori /lost/found/ 

yaitu di Direktori ini tempat menyimpan file yang berhasil di recover saat system crash

 

 



Sunday, October 18, 2026

Administrasi File Linux Debian

 

Administrasi File Linux Debian


Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen



Administrasi User Linux Debian

 

Administrasi User Linux Debian


Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Jobsheet 12.03 Menginstal Debian 916 Hany Nur Ristiawati

 JOB SHEET

SMK TUNAS HARAPAN PATI



Program KeahlianMata PelajaranKode Mata Pelajaran
Teknik Jaringan Komputer dan TelekomunikasiJaringan Komputer12.03/JK/2627
Tingkat / KelasMateri PokokWaktu Pembelajaran
XII TJKT 1Menginstal Sistem Operasi Jaringan8 x 45 Menit


 

Nama JobsheetTanggal Praktikum
Menginstal Linux DebianSenin, 3 Agustus 2026
Nama SiswaKode Score
Hany Nur Ristiawati



I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan
2. Siswa mengenal Sistem Operasi Linux Debian
3. Siswa mampu Menginstal Linux Debian

 

II. ALAT DAN BAHAN
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 7, Windows 8 atau Windows 10
3. Panduan Menginstal Linux Debian

 

III. KESELAMATAN KERJA
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan

IV. LANGKAH KERJA

1. Sebelum melakukan instalasi Linux Debian, mulai dulu dengan tampilan Virtual Box yang telah terinstal Virtual Machine seperti yang nampak pada gambar di bawah ini :



Selanjutnya muncul tampilan Select Start-up disk seperti gambar di bawah ini, untuk memilih lokasi file debian 6.05.iso disimpan dengan menekan tombol di sebelah kanan di atas tombol Cancel



Muncul tampilan lokasi file debian 6.05.iso disimpan: Pilih file tersebut dan klik tombol Open



Muncul tampilan sebagai berikut :



Selanjutnya gunakan cara Manual, bukan Graphical, dengan memilih  Install. dan tekan tombol Enter pada Keyboard.


2. Selanjutnya muncul Menu Select a language dan sub menu Choose the language to be used for the installation process. Ini berarti memilih Bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Misalnya memilih Indonesia. Kemudian Tekan ENTER.







3. Selanjutnya muncul Menu Select your location dan sub menu Country, territory or area. Ini berarti memilih lokasi yang akan digunakan selama proses instalasi. Lalu Tekan ENTER. 





4. Selanjutnya muncul Menu Select a keyboard layout dan sub menu Keymap to use. Ini berarti memilih layout Keyboard yang akan digunakan selama proses instalasi. Lalu Tekan ENTER. 




Selanjutnya muncul Menu Loading additional components dan sub menu Retrieving partman-basicfilesystems. Tunggu sampai proses mencapai 100 %



5. Selanjutnya muncul Menu Configure the network dan sub menu Please enter the hostname for this system dan Hostname. Ini berarti memberi nama Host, Misalnya ditulis nilai defaultnya yaitu debian. Kemudian pilih Continue. 






Masih pada menu Configure the network selanjutnya muncul sub menu Please enter the hostname for this system dan Domainname. Ini berarti memberi nama Host, Misalnya ditulis nilai defaultnya sama seperti sebelumnya yaitu debian. Kemudian pilih Continue. 





6. Selanjutnya muncul Menu Set up users and passwords dan sub menu Root password. Ini berarti memasukkan Kata Sandi Root. Kemudian pilih Continue.




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Re-enter password to verify . Ini berarti memasukkan kembali kata sandi untuk verifikasi, Kemudian pilih Continue.




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Full name for the new user. Ini berarti memasukkan nama user baru secara lengkap, Kemudian pilih Continue. 




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Username for your account. Ini berarti memasukkan nama sebuah akun, Kemudian pilih Continue. 




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Choose a password for the new user . Ini berarti memasukkan Kata Sandi untuk user baru, Kemudian pilih Continue. 




Masih pada menu Set up users and passwords selanjutnya muncul sub menu  Re-enter password to verify. Ini berarti memasukkan kembali Kata Sandi untuk Verifikasi, Kemudian pilih Continue. 




7. Selanjutnya muncul Menu Setting Up the Clock dan sub menu Getting the time from a network time server. Tunggu sampai proses mencapai 100 %





8. Selanjutnya muncul Menu Configure the clock dan sub menu Select your time zone . Ini berarti memilih Zona Waktu yang akan digunakan. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi




9. Selanjutnya muncul Menu Loading additional components dan sub menu Retrieving partman-lvm. Tunggu sampai proses mencapai 100 %




10. Selanjutnya muncul Menu Partition disks dan sub menu Partitioning methode. Ini berarti memilih Metoda Partisi yang akan digunakan. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi




Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Select disk to partition. Ini berarti memilih Harddisk yang akan dipartisi. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi




Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Partitioning scheme. Ini berarti memilih salah satu skema Partisi, Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.


Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Select a partition to modify its setting. Ini berarti memilih salah satu Partisi agar dapat mengubah settingnya. Kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.



Masih pada menu Partition disks  selanjutnya muncul sub menu  Write the changes to disks ?. Ini berarti memilih apakah akan disimpan ke disk ?. Pilih Yes kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.





11. Selanjutnya muncul Menu Installing the base system. Tunggu sampai proses mencapai 100 %





12. Selanjutnya muncul Menu Configure the package manager dan sub menu Scan another CD or DVD ?. Ini berarti memilih akan memindai (menscan ) CD atau DVD lainnya ? Pilih No kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi




Masih pada menu Configure the package manager  selanjutnya muncul sub menu  Use a network mirror ?. Ini berarti memilih apakah akan menggunakan suatu jaringan cermin (mirror)? Pilih No kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.
Lihat tautan : http://ghadinkz23.blogspot.com/2010/09/pengertian-mirror.html

 




13. Selanjutnya muncul Menu Select and install. Tunggu sampai proses mencapai 100 %


Jika muncul pilihan proxy kalian skip/ lanjut saja, karena kita tidak menggunakan proxy

14. Selanjutnya muncul Menu Configuring popularity-contest dan sub menu  Participate in the package usage survey ?. Ini berarti memilih akan berpartisi dalam survey Penggunaan Paket Debian?  Pilih No kemudian tekan Enter.






15. Selanjutnya muncul Menu Software Selection dan sub menu  Choose software to install ?. Ini berarti memilih Perangkat perangkat lunak internal yang ingin diinstall  Pilih software yang paling bawah yaitu Standard System Utilities dengan menekan tombol Spacebar di keyboard untuk memilih dan menghapus pilihan. Pilih Continue dan tekan ENTER.
Pilihan ini menentukan bahwa Debian akan bekerja berbasis CLI



16. Selanjutnya muncul Menu Select and install software dan sub menu  Retrieving file 86 of 112  ?. Tunggu sampai proses mencapai 100 %




17. Selanjutnya muncul Menu Install the GRUB boot loader on a harddisk dan sub menu Install the GRUB boot loader to the master boot record ? Ini berarti memilih akan memasang boot loader GRUB master pada boot record ?  Pilih Yes kemudian tekan Enter untuk melanjutkan instalasi
 Pilih yang karena disk anda merupakan disk virtual buakn disk asli pada laptop atau device anda secara langsung


18. Selanjutnya muncul Menu Installing GRUB boot loader dan sub menu Running "update-grub" ? Tunggu sampai proses mencapai 100 %





19. Selanjutnya muncul Menu Finish the installation dan sub menu Installation Complete Pilih Continue dan tekan ENTER.



20. Selanjutnya muncul Tampilan Debian Login dan Instalasi Linux selesai




V. PERTANYAAN
 1. Sebutkan 3 Installer Boot Menu Pada Saat Menginstal Debian ! 

 2. Menu Apa Yang Digunakan Untuk Penginstalan Debian Secara Manual ?

 3. Jelaskan Pesan Instalasi Berikut Ini :

Choose The Language To Be Used For The Installation Process. The Selected Language  Will Also Be The Default Language  For The Installed System 

 4. Sebutkan Kepanjangan Dari Dns ! 

 5. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Root Password !

 6. Sebutkan 3 Jenis Partisi Yang Digunakan Dalam Server Linux Debian  !   

 7. Sebutkan 3 Metode Partisi Dalam Instalasi Debian ! 

 8. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Network Mirror ! 

 9. Sebutkan Syarat Menggunakan Network Mirror ! 

10. Tuliskan Kepanjangan FAT, NTFS, CLI dan GUI  


VI. JAWABAN PERTANYAAN

1. Install (mode teks), Graphical Install, Advanced Options

2. Manual Partitioning

3. Artinya memilih bahasa yang digunakan selama proses instalasi dan menjadi bahasa default sistem setelah instalasi selesai

4. Domain Name System

5. Root password adalah password untuk akun root (administrator) yang memiliki hak akses penuh untuk mengatur seluruh sistem Linux

6. Root (/), Home (/home), Swap

7. Guided use entire disk, Guided use entire disk and LVM, Manual

8. Network Mirror adalah server di internet yang menyediakan paket Debian untuk diunduh saat instalasi

9. Terhubung ke internet, konfigurasi jaringan (IP, gateway, DNS), dan akses ke server mirror

10. FAT: File Allocation Table
NTFS: New Technology File System
CLI: Command Line Interface
GUI: Graphical User Interface











File Hirarki pada Linux

File Hirarki pada Linux Saat pertama kali menggunakan linux terutama CLI (Command Line Interface) anda perlu memahami tentang perintah-perin...