Apa itu jaringan fiber optic?
Jaringan fiber optic adalah sistem komunikasi yang menggunakan serat kaca (glass) atau plastik untuk mengirimkan sinyal cahaya sebagai media transmisi data. Berbeda dengan kabel tembaga yang memakai sinyal listrik, fiber memakai pulsa cahaya — sehingga mampu membawa data dalam jumlah sangat besar, dengan kecepatan tinggi, dan dengan kehilangan sinyal (attenuasi) yang relatif kecil pada jarak jauh.
Komponen utama sistem fiber optic
-
Transmitter (pemancar)
Mengubah sinyal listrik menjadi pulsa cahaya. Biasanya menggunakan LED (untuk multimode) atau laser diode/DFB (untuk single-mode). -
Kabel fiber (serat optik)
-
Core: inti kaca/plastik tempat cahaya merambat.
-
Cladding: lapisan di luar core dengan indeks bias sedikit lebih rendah untuk menjaga cahaya tetap terkunci (total internal reflection).
-
Coating/jacket: pelindung mekanis (buffer, strength members, outer jacket).
-
-
Connector & Adapter
Untuk menyambung kabel ke perangkat (mis. SC, LC, ST, FC). Penting untuk kebersihan dan penyelarasan. -
Splice (penyambungan permanen)
-
Fusion splice: menyambung dengan melelehkan ujung serat — kehilangan kecil, andal.
-
Mechanical splice: sambungan mekanis menggunakan ferrule — lebih mudah namun sedikit lebih besar loss.
-
-
Receiver (penerima)
Mengubah pulsa cahaya kembali menjadi sinyal listrik (photodiode, avalanche photodiode untuk sensitivitas tinggi). -
Perangkat tambahan
-
Optical Amplifier (EDFA, Raman) untuk memperkuat sinyal optik tanpa mengubahnya menjadi listrik.
-
Multiplexer/Demultiplexer (WDM/DWDM/CWDM) untuk membawa banyak channel pada panjang gelombang berbeda.
-
Optical Network Terminal (ONT) / Optical Line Terminal (OLT) pada jaringan PON (akses FTTH).
-
Jenis-jenis fiber optic
-
Single-Mode Fiber (SMF)
-
Core sangat kecil (~8–10 µm).
-
Hanya satu mode cahaya → sangat sedikit dispersion → cocok untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi (metro, long-haul).
-
-
Multi-Mode Fiber (MMF)
-
Core lebih besar (50 µm atau 62.5 µm).
-
Banyak mode cahaya → modal dispersion → cocok untuk jarak pendek (LAN, kampus).
-
Tipe: OM1/OM2/OM3/OM4/OM5 (kelas bandwidth; OM3/OM4 untuk 10G/40G/100G pada jarak tertentu).
-
Prinsip kerja — secara sederhana
-
Sinyal listrik (data) masuk ke transmitter.
-
Transmitter mengubah sinyal menjadi pulsa cahaya (laser/LED).
-
Cahaya melintas di dalam core kabel fiber → dipandu oleh prinsip total internal reflection karena perbedaan indeks bias core vs cladding.
-
Cahaya diterima di receiver → diubah kembali menjadi sinyal listrik → diproses/dikirim ke perangkat tujuan.
Karakteristik teknis penting
-
Attenuation (laju redaman): dB/km; menunjukkan penurunan kekuatan sinyal. Nilai tipikal ~0.2–0.35 dB/km (SMF di 1550 nm sangat rendah).
-
Dispersion: penyebaran pulsa cahaya sepanjang waktu — dua tipe utama: modal (MMF) dan chromatic/polarization mode (SMF). Dispersion membatasi kecepatan dan jarak.
-
Bandwidth-distance product: untuk MMF menunjukkan kapasitas pada jarak tertentu.
-
Return Loss & ORL (Optical Return Loss): pantulan balik yang merugikan transmitter.
-
Link Budget: perhitungan ketersediaan (power budget) — transmitter power - total losses ≥ receiver sensitivity + margin.
Contoh perhitungan sederhana (link budget)
Misal:
-
Transmitter output = 0 dBm
-
Receiver sensitivity = -28 dBm
-
Loss konektor/splice total = 2 dB
-
Attenuasi serat = 0.35 dB/km
-
Margin operasional yang diinginkan = 3 dB
Maks jarak = (Tx - RxSens - konektor/splice - margin) / attenuasi
= (0 - (-28) - 2 - 3) / 0.35 = (28 - 5) / 0.35 = 23 / 0.35 ≈ 65.7 km
→ Jadi kira-kira 65 km tanpa amplifier (sederhana; dalam praktik perhitungan lebih detail: faktor connector, splice, ageing, safety margin).
Topologi jaringan fiber umum
-
Point-to-Point: langsung antara dua perangkat (mis. OLT ke core).
-
Ring: redundansi; lalu lintas bisa berputar lain arah saat ada gangguan.
-
Star: banyak node ke satu titik pusat (hub).
-
Passive Optical Network (PON): satu serat dari OLT dibagi pasif ke banyak ONT (FTTx — efisien untuk layanan broadband rumah).
Kelebihan dan kekurangan fiber optic
Kelebihan:
-
Bandwidth sangat tinggi (Gbps → Tbps dengan WDM).
-
Jarak jangkau jauh dengan loss rendah (terutama SMF).
-
Imun terhadap gangguan elektromagnetik (EMI) dan kebocoran sinyal.
-
Bobot dan ukuran kabel relatif ringan dibandingkan tembaga.
Kekurangan:
-
Biaya awal instalasi dan perangkat (laser, connector, alat splicing) lebih tinggi.
-
Pemasangan memerlukan tenaga terlatih; serat rapuh terhadap tekukan/ketegangan.
-
Peralatan pengukuran dan perbaikan (OTDR, fusion splicer) mahal.
-
Tidak menghantarkan daya (kecuali menggunakan kabel hybrid).
Instalasi dan praktik terbaik
-
Perencanaan rute: hindari jalur berisiko (area berkonstruksi, proteksi mekanis).
-
Minimum bend radius: jangan membengkokkan serat melebihi radius minimum (biasanya beberapa cm).
-
Proteksi mekanis: gunakan duct, conduit, tray, atau armored cable bila perlu.
-
Labeling & dokumentasi: catat konektor, panel, nomor serat, splice, dan skematik jaringan.
-
Kebersihan konektor: debu/kotoran menyebabkan loss besar — bersihkan dengan wipes khusus atau alcohol isopropyl.
-
Splicing yang benar: fusion splice lebih baik untuk kehilangan rendah; lindungi splice dengan heat-shrink splice protector.
Pengujian & alat penting
-
OTDR (Optical Time Domain Reflectometer): memetakan panjang serat, lokasi splice/kerusakan, mengukur loss per segment.
-
Power meter dan light source: untuk mengukur power loss end-to-end (link loss) — sangat penting untuk verifikasi.
-
Visual Fault Locator (VFL): laser visible (red) untuk mendeteksi break atau bad bend di jarak pendek.
-
Microscope untuk connector: memeriksa kebersihan ujung serat.
Troubleshooting dasar
-
Periksa konektor (bersihkan dan cek seating).
-
Gunakan VFL untuk deteksi putus pada jarak dekat.
-
OTDR untuk mengetahui lokasi splice/break dan loss.
-
Periksa dokumentasi: apakah ada perubahan rute atau pekerjaan di jalur?
-
Periksa peralatan aktif (transmitter/receiver) — cek LED, power, dan parameter modul SFP/optical transceiver.
-
Ganti komponen satu per satu (mis. swap SFP) untuk isolasi masalah.
Keamanan & keselamatan
-
Jangan melihat langsung ke ujung kabel fiber yang menyala (laser) — dapat merusak mata.
-
Tangani serat sisa (fragmen kaca) dengan hati-hati — dapat menancap pada kulit. Buang sisa serat sesuai prosedur.
-
Gunakan alat pelindung dan prosedur kerja aman saat fusion splicing.
Tren & teknologi terkait (konsep singkat)
-
DWDM/CWDM: memungkinkan banyak channel berbeda pada satu serat — meningkatkan kapasitas.
-
Fiber to the Home (FTTH/PON): akses broadband rumah melalui PON.
-
Coherent optics: modulasi canggih untuk peningkatan kapasitas dan jarak pada long-haul.
-
SDN & optical control planes: otomatisasi dan manajemen jaringan optik untuk routing dinamis.
Contoh penggunaan nyata
-
Backbone ISP / transmisi antar kota (long-haul).
-
Metro networks (menghubungkan kantor/gedung).
-
FTTH untuk pelanggan rumah.
-
Data center interconnect (DCI) untuk menghubungkan pusat data.
-
Industri dan militer untuk komunikasi aman dan bebas EMI.
Glosarium singkat
-
dB/km: desibel per kilometer, satuan redaman.
-
SFP / SFP+ / QSFP: modul transceiver optik untuk perangkat jaringan.
-
OTDR: alat diagnostik serat.
-
PON: Passive Optical Network.
-
EDFA: Erbium-Doped Fiber Amplifier.
No comments:
Post a Comment